PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI YANG DINAMIS PERSPEKTIF BUNG HATTA
DOI:
https://doi.org/10.63758/jpp.v5i2.69Kata Kunci:
Pancasila, Bung Hatta, Ideologi, DinamisAbstrak
Penelitian ini mengkaji Pancasila sebagai ideologi dinamis dalam perspektif pemikiran Mohammad Hatta. Pancasila tidak dipandang hanya sebagai dokumen kaku, melainkan sebagai nilai hidup yang berkembang dan adaptif terhadap tantangan zaman dan perubahan sosial yang cepat. Biografi Hatta menunjukkan perannya sebagai proklamator dan negarawan yang berwatak jujur dan disiplin, yang secara aktif berkontribusi dalam perumusan Pancasila dan UUD 1945, menekankan pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup. Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila memiliki tiga tingkatan yaitu Nilai Dasar yang bersifat tetap (Ketuhanan hingga Keadilan Sosial), Nilai Instrumental (UUD 1945), dan Nilai Praksis (pelaksanaan nyata). Hatta meyakini Pancasila bertumpu pada dua fondasi: fondasi moral (sila 1) dan fondasi politik (sila 2-5). Fondasi moral ini memastikan negara memiliki dasar yang kokoh untuk mengarah pada keadilan dan kebenaran. Pada akhirnya, Pancasila berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa dengan melindungi seluruh tumpah darah dan mengatasi segala paham golongan. Keterbukaan Pancasila memungkinkan Indonesia mempertahankan nilai luhur, terbuka terhadap transformasi konstruktif, dan menjadi instrumen penting dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta menciptakan keadilan sosial di tengah dinamika kehidupan modern.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pembumian Pancasila

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



